Kamis, 13 Mei 2010

Farmasi : Kimia Farmasi : Kimia Farmasi

      
KIMIA FARMASI

Farmasi merupakan suatu profesi kesehatan yang berhubungan dengan pembuatan bahan alam ataupun sintetik menjadi suatu produk yang cocok dan enak dipakai untuk mencegah, mendiagnosa, atau pengobatan penyakit dan distribusi dari suatu produk yang berkhasiat obat.

Kimia farmasi bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan kimia dari bahan obat/obat. Khusus untuk bahan obat/obat yang berasal dari alam dipelajari dalam ilmu farmakognosi dan fitokimia, sehingga dalam ilmu kimia farmasi umumnya dipelajari bahan obat/obat yang berasal dari bahan sintetik.

Proses mengenal sifat-sifat fisika dan kimia bahan obat ini disebut dengan identifikasi atau sering juga disebut analisa, sehingga ilmu kimia farmasi lebih cenderung disebut dengan ilmu kimia farmasi analisa atau kimia analisa farmasi.

Secara garis besar, analisa farmasi dibagi menjadi:

1.1    ANALISA FARMASI KUALITATIF
Analisa farmasi kualitatif ini meliputi analisa secara:

Fisika
Identifikasi secara organoleptis  (bentuk, warna, bau, rasa dan lainnya), kelarutan, tetapan fisika (titik lebur, titik beku, titik didih, berat jenis, viskositas, dan lainnya), mikroskopis (melihat partikel obat menggunakan mikroskop).

Kimia
Analisa dengan menambahkan zat-zat kimia ke dalam bahan obat/obat yang diperiksa sehingga menimbulkan reaksi-reaksi tertentu yang dapat diidentifikasi secara kasat mata seperti terbentuknya endapan, warna, bau dan lainnya.

Mikroskopis 
Analisa ini adalah dengan melihat partikel dari unsur/senyawa yang terkandung dalam bahan obat/obat. Dapat dilihat langsung menggunakan mikroskop, atau direaksikan terlebih dahulu dengan zat kimia tertentu kemudian dilihat menggunakan mikroskop.

Instrumental
 Yaitu analisa/penentuan jenis suatu unsur/senyawa dari suatu bahan obat menggunakan instrumen/alat yang  kompleks/modern seperti spektrofotometer, kromatografi, Atomic Absorbans Spektrofotometri (AAS), dan lainnya.








1.2    ANALISA FARMASI KUANTITATIF
Analisa farmasi kuantitatif ini meliputi analisa secara:

Gravimetri
 Analisa dengan cara memisahkan senyawa atau campuran menjadi unsur tertentu dalam bentuk murni dan dihitung jumlah/kadar zat yang akan diperiksa berdasarkan penimbangan/ berat.

Volumetri
 Yaitu analisa kadar suatu unsur/senyawa kimia dalam suatu larutan yang berasal dari bahan obat/obat dengan cara direaksikan dengan zat lain yang kadar/konsentrasinya telah diketahui.

Instrumental 
Yaitu analisa jumlah/kadar suatu unsur/senyawa dari suatu bahan obat menggunakan instrumen/alat yang  kompleks/modern seperti spektrofotometer, kromatografi, dan lainnya.


Daftar Pustaka:  
  1. Sugiarti M., Kimia Farmasi, SMAK Lampung, Bandar Lampung, 1996. 
  2. Windarti, Kimia Farmasi, LPP Medika Wiyata, Bandar Lampung, 2003. 
  3. Anonim, KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Daring”, Available on URL: http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php, diunduh pada: 2 Juli 2008 jam 23.45.      

Image:
  1. http://sciencefair.math.iit.edu/techniques/spectrophotometer/
  2. http://www.bantransfats.com/
  3. http://www.tags-search.com/hydride-generation-atomic-absorption-spectrometry/tag.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar